Monday, September 30, 2013

Packersmoversdelhi.agarwal-packers-movers.com Packers and Movers in Delhi

We provide the best service to our client in the field of online Packers and Movers in Delhi. We provide 24x7 customer service

(e-RH) Oktober 01 -- DITOPANG KASIH SETIA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 1 Oktober 2013
Bacaan : Mazmur 13:1-6
Setahun: Matius 1-4
Nats: Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku
bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. (Mazmur 13:6)

Judul:

DITOPANG KASIH SETIA

Ada batas kekuatan manusia untuk bertahan menghadapi persoalan
hidup. Jika kita merenungkan ungkapan hati Daud dalam kitab Mazmur
ini, tentu kita dapat menarik kesimpulan tentang apa yang terjadi
pada dirinya. Ya, Daud merasa sangat lelah dan tidak mampu lagi
menghadapi beragam persoalan yang bertubi-tubi menimpanya.



"Berapa lama lagi, Tuhan, Kaulupakan aku terus menerus? Berapa lama
lagi Kau sembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku
harus menaruh kekhawatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang
hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?" Bukankah
doa-doa seperti ini juga yang sering kita ucapkan kepada Tuhan untuk
menyatakan ketidakmampuan kita mengatasi persoalan hidup? Menurut
saya, ungkapan hati seperti ini sangat wajar muncul dalam pikiran
atau ucapan kita. Daud pun merasa seolah-olah Tuhan meninggalkannya.
Tetapi, satu ucapan terakhir yang patut kita cermati dan kita
teladani: Daud tetap menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan! Itulah
yang membuatnya dapat bertahan dan tampil sebagai pemenang pada
akhirnya.



Apakah yang memampukan Daud bertahan? Kasih setia Tuhan. Kasih
setia-Nya menyediakan perlindungan dan kekuatan baginya sehingga ia
mampu bertahan jauh melampaui batas kemampuannya sebagai manusia.
Begitu juga, di tengah pergolakan badai hidup, Anda dan saya dapat
mengandalkan kasih setia Tuhan. Dia tidak akan membiarkan kita
tergeletak, tetapi kita akan menyaksikan kuasa-Nya menolong dan
meneguhkan kita. --Samuel Yudi Susanto

TANPA KASIH SETIA TUHAN, DENGAN APAKAH KITA AKAN BERTAHAN
DALAM MENGHADAPI BERBAGAI PERSOALAN HIDUP?

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/10/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+13:1-6

Mazmur 13:1-6

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (13-2) Berapa lama lagi,
TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi
Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?
2 (13-3) Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam
diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi
musuhku meninggikan diri atasku?
3 (13-4) Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku!
Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati,
4 (13-5) supaya musuhku jangan berkata: "Aku telah mengalahkan
dia," dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah.
5 (13-6a) Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku
bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.
6 (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat
baik kepadaku.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Matius+1-4
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+1-4


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sunday, September 29, 2013

(e-RH) September 30 -- MELEK ALKITAB?

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 30 September 2013
Bacaan : Kisah Para Rasul 17:10-15
Setahun: Maleakhi 1-4
Nats: Orang-orang Yahudi di kota itu ... menerima firman itu dengan
segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab
Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.
(Kisah Para Rasul 17:11)

Judul:

MELEK ALKITAB?

Pada 2002, George Barna melakukan survei terhadap orang Kristen di
Amerika. Ia ingin mengetahui pengetahuan mereka tentang Alkitab.
Hasilnya: 48% responden tidak dapat menyebutkan nama 4 kitab Injil;
52% tidak dapat menyebutkan lebih dari 3 nama murid Yesus; 60% tidak
dapat menyebutkan 5 saja dari 10 Perintah Allah; 61% mengira bahwa
"Khotbah di Bukit" adalah khotbah Billy Graham. Bahkan, 71%
responden juga mengira bahwa kalimat "Tuhan menolong mereka yang
menolong dirinya sendiri" adalah sebuah ayat Alkitab!



Jemaat Berea adalah jemaat yang "menerima firman itu dengan segala
kerelaan hati" (ay. 11). Artinya, mereka tidak mengeraskan hati;
mereka membuka hati untuk diajar tentang kebenaran. Dan, mereka tak
sekadar membaca firman, tetapi juga menyelidikinya. Dari situ,
mereka dapat menguji apakah ajaran yang mereka terima itu benar (ay.
11). Sebagai buahnya, iman mereka bertumbuh, kepercayaan mereka pada
sang Mesias diteguhkan (ay. 12a).
Bahkan, hidup mereka pun berdampak: mereka menjadi berkat bagi orang
non-Yahudi, yang turut menjadi percaya (ay. 12b).



Ironis bila di tengah kebebasan untuk membaca dan memiliki Alkitab,
orang justru kerap tidak membaca dan mempelajarinya. Padahal, inilah
surat yang memperkenalkan Pribadi Allah yang benar. Inilah panduan
Allah, yang memberi kita jalan saat menghadapi berbagai pergumulan.
Inilah pertolongan Tuhan, agar kita tak kalah menghadapi masalah
atau terperangkap dalam ajaran yang salah. Mari mempelajari
firman-Nya. --Agustina Wijayani

FIRMAN-NYA ADALAH PENGUAT PADA SAAT KITA LEMAH;
FIRMAN-NYA ADALAH PEDOMAN PADA SAAT KITA BIMBANG.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+17:10-15

Kisah Para Rasul 17:10-15

10 Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ
menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ
pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi.
11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada
orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman
itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka
menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu
benar demikian.
12 Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit
di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani.
13 Tetapi ketika orang-orang Yahudi dari Tesalonika tahu, bahwa
juga di Berea telah diberitakan firman Allah oleh Paulus, datang
jugalah mereka ke sana menghasut dan menggelisahkan hati orang
banyak.
14 Tetapi saudara-saudara menyuruh Paulus segera berangkat menuju
ke pantai laut, tetapi Silas dan Timotius masih tinggal di
Berea.
15 Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena,
lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya
mereka selekas mungkin datang kepadanya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Maleakhi+1-4
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Maleakhi+1-4


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Saturday, September 28, 2013

(e-RH) September 29 -- AKHIR ZAMAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 29 September 2013
Bacaan : Matius 24:1-36
Setahun: Zakharia 8-14
Nats: Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu...
hanya Bapa sendiri. (Matius 24:36)

Judul:

AKHIR ZAMAN

Kapan zaman ini berakhir? Inilah pertanyaan manusia sepanjang
zaman yang tak kunjung terjawab. Yesus mengajarkan bahwa dunia ini
pasti berakhir ketika Dia datang untuk kedua kalinya (ay. 30-31).
Kapan Dia datang kembali? Tak seorang pun yang tahu kecuali Bapa di
surga.



Namun, Dia memberi kita tanda-tanda yang perlu kita perhatikan, agar
kita waspada dan siaga. Tanda-tanda kedatangan-Nya kembali, antara
lain bertambahnya pengajar dan mesias palsu (ay. 5), berita tentang
peperangan (ay. 6-7a), meningkatnya bencana alam seperti tsunami,
gempa, banjir, kekeringan, gagal panen, kelaparan (ay. 7b), dan
Injil tersebar ke seluruh penjuru bumi (ay. 14). Yesus
memberitahukan bahwa peristiwa-peristiwa ini bagaikan rasa sakit
yang dialami seorang ibu yang akan melahirkan. Semakin dekat,
frekuensi dan eskalasi rasa sakit itu semakin kuat (bdk. Yoh.
16:21). Demikian pula dengan kedatangan-Nya kembali. Ketika
tanda-tanda di atas semakin intensif terjadi, berarti waktunya kian
mendekat.



Bagi orang percaya, keadaan tersebut tidak perlu membangkitkan
ketakutan. Sebaliknya, kita menantikan kedatangan-Nya dengan tekun
dan sungguh-sungguh. Seperti seorang ibu yang sakit bersalin,
penderitaan yang ditanggungnya itu berganti dengan kebahagiaan yang
tak terkira ketika sang bayi terlahir dengan sehat. Demikian pula,
penantian orang percaya akan berpuncak pada kebahagiaan yang tiada
taranya: kedatangan kembali Tuhan dan Juruselamat untuk menjemput
kita, mempelai perempuan-Nya yang cemerlang. --Susanto

BAGI ORANG PERCAYA, KEDATANGAN-NYA KEMBALI
BUKAN SUMBER KETAKUTAN, MELAINKAN SUMBER SUKACITA TIADA TARA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+24:1-36

Matius 24:1-36

1 Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka
datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan
Bait Allah.
2 Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan
dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan
diruntuhkan."
3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah
murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan
Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan
terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan
dunia?"
4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang
yang menyesatkan kamu!
5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan
berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak
orang.
6 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang.
Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu
harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan
kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8 Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang
zaman baru.
9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu
akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan
dan saling membenci.
11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan
orang akan menjadi dingin.
13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan
selamat.
14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi
kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba
kesudahannya."
15 "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat
kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para
pembaca hendaklah memperhatikannya--
16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke
pegunungan.
17 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun
untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,
18 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk
mengambil pakaiannya.
19 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi
pada masa itu.
20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh
pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.
21 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti
yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan
yang tidak akan terjadi lagi.
22 Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang
hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena
orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.
23 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada
di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.
24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan
mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan
mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan
orang-orang pilihan juga.
25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.
26 Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang
gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di
dalam bilik, janganlah kamu percaya.
27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan
melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak
kedatangan Anak Manusia.
28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."
29 "Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi
gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan
berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.
30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan
semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak
Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala
kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup
sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan
orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung
langit yang satu ke ujung langit yang lain.
32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila
ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa
musim panas sudah dekat.
33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa
waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
34 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan
berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.
35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan
berlalu.
36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu,
malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa
sendiri."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Zakharia+8-14
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Zakharia+8-14


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Friday, September 27, 2013

(e-RH) September 28 -- TOBAT MEMBAWA BERKAT

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 28 September 2013
Bacaan : Bilangan 21:1-9
Setahun: Zakharia 1-7
Nats: Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan
engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular
ini dari pada kami. (Bilangan 21:7)

Judul:

TOBAT MEMBAWA BERKAT

Perjalanan hidup orang percaya tidak selamanya mulus. Ada kalanya
penderitaan menghampiri mereka. Walaupun demikian, respons mereka
berbeda-beda. Ada yang berserah, tetapi tidak sedikit pula yang
menggerutu ketika tertimpa masalah.



Demikian juga dengan bangsa Israel dalam perjalanan di padang gurun.
Israel baru saja mengalami berkat Tuhan dengan mengalahkan Arad
secara gemilang. Kemudian, hanya karena harus berjalan sedikit lebih
jauh, mereka menggerutu dan protes kepada Musa. Mereka melupakan
berkat Tuhan yang baru saja mereka alami. Mereka tidak menghargai
pemeliharaan-Nya. Mereka menganggap manna sebagai makanan hambar
yang memuakkan. Kali ini Tuhan menghukum mereka dengan mengirimkan
ular tedung untuk memagut mereka. Banyak di antara mereka yang mati
karenanya. Mereka lalu bertobat dan meminta Musa untuk berdoa bagi
mereka. Tuhan pun menyuruh Musa untuk membuat tiruan ular tedung dan
menaruhnya pada sebuah tiang. Setiap orang yang terkena bisa ular
itu akan tetap hidup bila melihatnya.



Dalam Yohanes 3, Yesus menggunakan peristiwa itu untuk menggambarkan
keselamatan. Karena dosa, mereka dipagut ular berbisa sehingga mati.
Dosa itu bagaikan racun yang mematikan.Ketika mereka memandang
kepada ular tembaga di atas tongkat kayu, simbol dari kematian
Kristus di atas salib yang menebus dosa manusia, mereka
terselamatkan dari racun dosa. Orang berdosa yang memandang salib
Kristus akan diberi anugerah keselamatan yang membawa pertobatan dan
hidup baru. --Eddy Nugroho

ALLAH BUKAN HANYA MENYELAMATKAN KITA,
TETAPI JUGA MENGANUGERAHKAN SUATU KEHIDUPAN BARU.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/28/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Bilangan+21:1-9

Bilangan 21:1-9

1 Raja negeri Arad, orang Kanaan yang tinggal di Tanah Negeb,
mendengar, bahwa Israel datang dari jalan Atarim, lalu ia
berperang melawan Israel, dan diangkutnya beberapa orang tawanan
dari pada mereka.
2 Maka bernazarlah orang Israel kepada TUHAN, katanya: "Jika
Engkau serahkan bangsa ini sama sekali ke dalam tangan kami,
kami akan menumpas kota-kota mereka sampai binasa."
3 TUHAN mendengarkan permintaan orang Israel, lalu menyerahkan
orang Kanaan itu; kemudian orang-orang itu dan kota-kotanya
ditumpas sampai binasa. Itulah sebabnya tempat itu dinamai
Horma.
4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut
Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak
dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu
memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang
gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan
akan makanan hambar ini kami telah muak."
6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang
memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata:
"Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan
engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular
ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan
taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut,
jika ia melihatnya, akan tetap hidup."
9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang;
maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular
tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Zakharia+1-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Zakharia+1-7


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Thursday, September 26, 2013

(e-RH) September 27 -- BERANI BERTANGGUNG JAWAB

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 27 September 2013
Bacaan : Yunus 1:1-15
Setahun: Zefanya 1-Hagai 2
Nats: Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan
menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu,
bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu. (Yunus 1:12)

Judul:

BERANI BERTANGGUNG JAWAB

Kisah Yunus sungguh menggelitik. Berbeda dari Musa yang meragukan
panggilan Tuhan, Yunus malah berani melarikan diri dari panggilan
Tuhan. Musa melewati laut, berjalan di tanah yang kering; Yunus
melewati laut, terkurung di dalam perut ikan besar. Musa berseru
agar Tuhan mengurungkan niat-Nya memusnahkan bangsa Israel; Yunus
bersungut-sungut ketika Tuhan mengurungkan niat-Nya memusnahkan
penduduk kota Ninewe.



Sekilas tidak ada hal yang membanggakan dari diri Yunus, tapi
sebenarnya ada hal yang luar biasa pada nabi yang satu ini. Dalam
perjalanannya ke Tarsis, menjauh dari hadapan Tuhan, Tuhan
menurunkan angin ribut dan badai besar sehingga kapal yang Yunus
tumpangi nyaris hancur (ay. 4). Di tengah kepanikan yang luar biasa,
ia berkata, "Akulah alasan mengapa badai ini terjadi. Campakkanlah
aku ke dalam laut, supaya badai menjadi reda" (ay. 12). Tidak ada
jaminan bahwa ia akan selamat jika dicampakkan ke dalam laut.
Tetapi, Yunus berani bertanggung jawab atas perbuatannya. Sekalipun
ia harus bertaruh nyawa. Luar biasa, bukan?



Apakah kita bertanggung jawab atas perbuatan kita? Sayangnya, tidak
setiap orang memiliki sikap positif ini. Ada orang yang melupakan,
bahkan melarikan diri dari tanggung jawabnya. Sebagai orang
pilihan-Nya, kita dapat belajar untuk berani bertanggung jawab.
Sikap ini sangat penting. Lebih dari sekadar untuk membangun
reputasi pribadi, sikap berani bertanggung jawab harus kita miliki
untuk memuliakan Tuhan yang kita sembah. --Okky Sutanto

TUHAN SELALU BERTANGGUNG JAWAB ATAS HIDUP ANDA.
APAKAH ANDA MENJALANI HIDUP INI DENGAN PENUH TANGGUNG JAWAB?

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/27/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yunus+1:1-15

Yunus 1:1-15

1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah
terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."
3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari
hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah
kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya
perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama
dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.
4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah
badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.
5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada
allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal
itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam
ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu
tertidur dengan nyenyak.
6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: "Bagaimana
mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah
kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita,
sehingga kita tidak binasa."
7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi,
supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh
malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena
undi.
8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena
siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari
mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah
engkau?"
9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan
TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan
dan daratan."
10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya:
"Apa yang telah kauperbuat?" --sebab orang-orang itu mengetahui,
bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah
diberitahukannya kepada mereka.
11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut
menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin
bergelora."
12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke
dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu
lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini
menyerang kamu."
13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk
membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup,
sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.
14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN,
janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang
ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang
yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti
yang Kaukehendaki."
15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam
laut, dan laut berhenti mengamuk.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Zefanya+1-Hagai+2
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Zefanya+1-Hagai+2


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Wednesday, September 25, 2013

(e-RH) September 26 -- ANONIM

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 26 September 2013
Bacaan : Yesaya 43:1-7
Setahun: Nahum 1-Habakuk 3
Nats: Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini
kepunyaan-Ku. (Yesaya 43:1b)

Judul:

ANONIM

Di sebuah toko perhiasan, seorang pemuda membeli gelang untuk
kekasihnya. "Kamu mau nama kekasihmu diukir di sini?" tanya si
penjual. Setelah menimbang sejenak, pemuda itu menjawab, "O tidak,
jangan namanya, tapi tulislah Untuk Satu-satunya Kekasihku
Tercinta." "Wah, romantis sekali Anda!" sahut si penjual. Dengan
wajah agak merah dan bibir tersenyum-senyum kecil, pemuda itu
berkata, "Sebenarnya bukan romantis, tetapi praktis. Andai suatu
saat kami putus, saya masih bisa memakainya lagi."



Pemberian nama. Pencantuman nama. Pemanggilan nama. Semua itu
penting bagi manusia. Apa jadinya andaikan ketika lahir Anda tidak
diberi nama? Bagaimana orang mengenal Anda jika Anda tak bernama?
Perasaan apa yang timbul di hati Anda kala seseorang memanggil Anda
dengan sapaan kasar "Hei!" saja? Pasti semua itu kondisi yang tak
wajar. Tanpa nama, orang hanya akan diperalat. Diperlakukan jahat.
Dianggap tak punya harkat. Yang pasti bukan seorang sahabat. Semua
tawanan kamp konsentrasi di bawah komando Adolf Hitler tak bernama.
Anonim. Hanya nomor. Dipanggil dengan nomor.



Nabi Yesaya berpesan kepada para tawanan Yehuda di pembuangan
Babilonia: bahwa Allah memanggil mereka dengan nama mereka. Betapa
mereka berharga di mata-Nya. Tuhan tidak pernah ragu untuk memanggil
nama mereka, bahkan mengukirnya di telapak tangan-Nya (Yes. 49:16).
Pesan serupa berlaku bagi Anda dan saya. Ingat, kita berharga di
mata-Nya. Jangan sia-siakan hidup kita. Kita milik-Nya. Dia
memanggil kita menurut nama kita. --Pipi A Dhali

JADIKAN HIDUP INI BERHARGA
KARENA ANDA BERHARGA DI MATA-NYA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/26/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+43:1-7

Yesaya 43:1-7

1 Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau,
hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut,
sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau
dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.
2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai
engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan
dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak
akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.
3 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel,
Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan
Etiopia dan Syeba sebagai gantimu.
4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini
mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu,
dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.
5 Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan
mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun
engkau dari barat.
6 Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan:
Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh,
dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi,
7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk
kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Nahum+1-Habakuk+3
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Nahum+1-Habakuk+3


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Tuesday, September 24, 2013

(e-RH) September 25 -- SUDAHLAH

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 25 September 2013
Bacaan : Lukas 22:47-53
Setahun: Mikha 1-7
Nats: Tetapi Yesus berkata, "Sudahlah itu." (Lukas 22:51a)

Judul:

SUDAHLAH

Saat Ibu saya didiagnosis menderita kanker kandungan, ia protes
kepada Tuhan. Kenapa penderitaan itu harus ia alami? Ia masih ingin
hidup untuk mengantarkan adik-adik saya yang masih kecil bertumbuh
menjadi mandiri dan dewasa. Tetapi, seiring dengan berjalannya
waktu, ia dapat menerima keadaan itu sebagai cara Tuhan dalam
mendewasakan keluarganya.



Dalam keheningan Getsemani, Yesus bertelut di hadapan Bapa dalam
kesedihan dan kegentaran. Namun, Dia berserah penuh pada penggenapan
rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Dia tidak takut lagi.
Ketika krisis semakin memuncak, datanglah serombongan orang yang
dipimpin oleh Yudas. Yudas mencium Yesus sebagai tanda bahwa Dialah
yang harus ditangkap. Ciuman, yang dalam tradisi mereka merupakan
tanda persaudaraan, dijadikan Yudas sebagai tanda pengkhianatan.
Melihat situasi yang terjadi, para murid bermaksud melakukan
perlawanan. Yesus menenangkan murid-murid-Nya, dan berkata,
"Sudahlah itu." Yesus tahu bahwa itulah saat bagi mereka dan bagi
kuasa kegelapan untuk menunjukkan perlawanan pada Allah. Itu jugalah
saat bagi Allah untuk menggenapi rencana-Nya bagi umat manusia.



Pemahaman yang jelas akan kehendak Allah dan kemauan untuk taat pada
kehendak itu membuat Yesus memiliki hikmat untuk bertindak. Dia tahu
kapan harus menghindar dan kapan harus menyerahkan diri. Kiranya
pemahaman akan kehendak Allah pun menolong kita untuk mengerti
bagaimana kita harus bersikap dan bertindak dalam situasi genting
yang harus kita hadapi. --Eddy Nugroho

PEMAHAMAN AKAN KEHENDAK ALLAH ADALAH SEBUAH UNDANGAN
UNTUK MENYERAHKAN HIDUP KE DALAM KUASA-NYA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+22:47-53

Lukas 22:47-53

47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang
murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid
itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk
mencium-Nya.
48 Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak
Manusia dengan ciuman?"
49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang
akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang
mereka dengan pedang?"
50 Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga
putus telinga kanannya.
51 Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga
orang itu dan menyembuhkannya.
52 Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala
pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap
Dia, kata-Nya: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang
lengkap dengan pedang dan pentung?
53 Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam
Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat
kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Mikha+1-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mikha+1-7


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Monday, September 23, 2013

(e-RH) September 24 -- HANYA SATU JALAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 24 September 2013
Bacaan : Yohanes 14:1-14
Setahun: Yunus 1-4
Nats: Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku." (Yohanes 14:6)

Judul:

HANYA SATU JALAN

"Guru agama saya di SMP mengajarkan bahwa semua agama itu sama,
dan Alkitab itu berisi banyak dongeng. Padahal itu adalah sekolah
Kristen, " kata seorang pengusaha sukses yang juga majelis di gereja
kami. "Memang saya lahir dalam keluarga Kristen, dan hidup saya juga
benar menurut standar moral dan etika. Saya bahkan tidak merokok.
Saat itu saya merasa tidak memerlukan Yesus."



Namun, rasa penasaran mendorongnya untuk membaca Alkitab. Ia
terhenyak oleh pengakuan Yesus tentang diri-Nya sendiri. Yohanes
14:6 menegaskan bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada Allah
tanpa melalui Dia. Ini membuatnya merenung. Siapa sebenarnya Yesus
ini? Mengapa Dia berkata begitu? Di tengah ajaran serba relatif yang
ia terima, pernyataan ini menawarkan kemutlakan. Ia pun mempelajari
Alkitab dengan tekun dan akhirnya menyerahkan hidupnya kepada Yesus.



Demi toleransi terhadap penganut agama lain, banyak orang Kristen
berkompromi. Mereka memandang Yesus sebagai salah satu jalan ke
surga, bukan satu-satunya. Mereka cenderung hanya berbicara tentang
pengajaran humanistis yang bersifat universal, agar dapat diterima
semua orang apa pun agamanya. Akhirnya, semua menjadi bersifat
relatif. Prinsip ini jelas melenceng dari Alkitab.



Pandangan kita tentang Yesus dipengaruhi oleh sikap kita terhadap
Alkitab. Apakah kita sungguh memercayai Alkitab itu firman Allah?
Bertekunlah membaca dan mempelajarinya karena segala sesuatu yang
perlu kita ketahui tentang keselamatan ada di dalamnya. --Hembang
Tambun

ADA BANYAK JALAN KE ROMA, NAMUN JALAN MENUJU ALLAH
HANYA SATU, YAITU YESUS KRISTUS.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+14:1-14

Yohanes 14:1-14

1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah
juga kepada-Ku.
2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian,
tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk
menyediakan tempat bagimu.
3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat
bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,
supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau
pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku.
7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.
Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada
kami, itu sudah cukup bagi kami."
9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu,
Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah
melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata:
Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di
dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari
diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah
yang melakukan pekerjaan-Nya.
11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam
Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena
pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya
kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku
lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada
itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan
melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan
melakukannya."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Yunus+1-4
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yunus+1-4


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sunday, September 22, 2013

(e-RH) September 23 -- CINTA DAN PENGURBANAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 23 September 2013
Bacaan : Matius 16:24-26
Setahun: Amos 6-Obaja 1
Nats: Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,
memikul salibnya dan mengikut Aku. (Matius 16:24)

Judul:

CINTA DAN PENGURBANAN

Selama sepuluh tahun menikah, Nia tidak mencintai suaminya. Ia
marah karena mereka dijodohkan. Sebaliknya, Anto memberikan yang
terbaik untuk istrinya. Ia bangun pagi, menyiapkan makanan, dan
bekerja. Suatu ketika Nia pergi ke salon dengan dompet kosong karena
Anto lupa mengembalikan uang yang baru saja ia ambil untuk keperluan
sekolah anak. Ia bergegas menyusul Nia. Sungguh sayang, di jalan ia
mengalami serangan stroke. Anto pun meninggal dunia. Dan, Nia baru
menyadari cinta dan pengorbanan suaminya waktu suaminya sudah
meninggal.



Kita dipanggil untuk memikul salib. Apakah yang diwakili oleh salib?
Salib adalah gambaran kebenaran akan cinta dan pengorbanan. Yesus
memikul salib karena cinta-Nya. Karena cinta Dia sengaja memilih
memikul salib. Dia memberikan kurban yang paling mahal kepada Bapa,
yaitu nyawa-Nya sebagai tebusan salah. Ketika Dia memanggil
murid-murid-Nya memikul salib (ay. 24), kita harus melihat bagaimana
dan mengapa Dia memikul salib. Dengan cara ini kita pun mengetahui
arti salib.



Salib hanya dapat dipikul karena cinta kita kepada-Nya. Cinta
memampukan kita melewati penderitaan sehebat apa pun. Orang yang
memikul salib juga harus siap berkurban. Bukan sembarang kurban,
melainkan kurban yang sangat berharga. Apakah yang kita miliki dan
kita anggap berharga? Harta? Kedudukan? Itulah kurban salib. Salib
adalah bukti totalitas. Setiap orang yang siap memikul salib harus
siap menyerahkan segala-galanya untuk Tuhan sesuai dengan cara-Nya.
--Martinus Prabowo

CINTA DAN PENGURBANAN BERJALAN BERIRINGAN,
MENGUATKAN KITA DALAM MEMIKUL SALIB.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+16:24-26

Matius 16:24-26

24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang
mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya
dan mengikut Aku.
25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan
kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya
karena Aku, ia akan memperolehnya.
26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan
nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti
nyawanya?

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Amos+6-Obaja+1
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Amos+6-Obaja+1


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Saturday, September 21, 2013

(e-RH) September 22 -- KEHEBATAN IKAN LAUT

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 22 September 2013
Bacaan : 2 Korintus 10:1-6
Setahun: Amos 1-5
Nats: Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang
secara duniawi. (2 Korintus 10:3)

Judul:

KEHEBATAN IKAN LAUT

Kehidupan ikan laut, menurut saya, amat menarik. Mereka menetas,
bertumbuh besar, bermain, berenangrenang, dan berkembang biak di
dalam air laut yang asin. Hebatnya, daging mereka tidak menjadi
asin. Kita dapat menikmatinya sebagai hidangan yang sehat dan lezat.
Begitulah. Lingkungan tidak mampu memengaruhi mereka. Lingkungan
yang asin tidak serta-merta menjadikan tubuh mereka asin.



Sebuah gambaran yang jitu bagi orang percaya, bukan? Orang percaya
seharusnya tidak ikut-ikutan dengan arus kehidupan dunia ini. Kita
memang masih hidup di dunia, tetapi kita memiliki hidup baru yang
bukan berasal dari dunia ini. Kewarganegaraan kita ada di dalam
surga. Saat ini kita sedang menjalankan tugas sebagai duta Kerajaan
Allah untuk bersaksi tentang Tuhan kepada dunia dan membawa dunia
ini kepada Tuhan. Sepatutnya kita hidup menurut tata cara
Kerajaan-Nya, bukan menurut tata cara dunia ini. Kita hidup untuk
menyebarluaskan nilai-nilai Kerajaan Allah—kasih, kebenaran,
sukacita, pengharapan, dan sebagainya—di lingkungan tempat kita
berada.



Dengan kesadaran tersebut, kita dapat menghindari sikap berkompromi,
seperti "Wah, itu memang sudah tradisi, sudah dari dulu, " atau
"Semua orang juga melakukannya kok." Kita adalah pembawa kabar baik
pendamaian Allah bagi dunia ini. Kita tidak boleh membiarkan orang
lain dan lingkungan mendikte hidup kita. Sebaliknya, kita harus
berani bergerak melawan arus demi kebenaran. Apa yang benar itulah
yang harus kita pertahankan apa pun risikonya. --Togar Sianturi

KITA DITETAPKAN UNTUK BERDAMPAK BAGI DUNIA,
BUKAN DIDIKTE OLEH ARUS DUNIA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/22/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Korintus+10:1-6

2 Korintus 10:1-6

1 Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka
dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku
memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.
2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk
menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat
bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka,
bahwa kami hidup secara duniawi.
3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang
secara duniawi,
4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi,
melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang
sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu
yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan
akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya
kepada Kristus,
6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan,
bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Amos+1-5
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Amos+1-5


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Friday, September 20, 2013

(e-RH) September 21 -- MENCINTAI GOMER

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 21 September 2013
Bacaan : Hosea 3:1-5
Setahun: Yoel 1-3
Nats: Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan
berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun
mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue
kismis. (Hosea 3:1)

Judul:

MENCINTAI GOMER

Salah satu alasan yang sering dipakai dalam perceraian adalah
terjadinya perselingkuhan. Apalagi bila salah seorang dari pasangan
tersebut telah melakukannya berulang-ulang dan tanpa penyesalan.
Upaya rujuk dan menerima kembali menjadi hal yang sangat sulit.
Dibutuhkan kasih yang sangat dalam dan luas untuk menerima pasangan
yang seperti itu. Dan kasih yang semacam itu rasanya memang sukar
ditemukan.



Ketika Gomer kembali melacurkan diri, Allah meminta Hosea untuk
tetap mencintai dan menerimanya kembali. Hosea harus menebus dan
menerima kembali Gomer di rumahnya walaupun untuk sementara waktu ia
akan didiamkan dan dianggap seperti tidak ada. Ini kesempatan bagi
Gomer untuk merenungkan apa yang telah ia perbuat selama ini.
Demikian juga Israel. Mereka diharapkan merenungkan segala kebaikan
Allah yang setia dan yang tetap mengasihi mereka ketika mereka
membelakangi Allah. Diharapkan perenungan itu akan membawa kepada
pertobatan yang mendalam dan akhirnya mereka mencari Allah dengan
segenap hatinya. Ini adalah kesempatan baru bagi mereka untuk
memperbaiki kelakuan.



Berapa sering kita berselingkuh secara rohani dengan membelakangi
Tuhan yang setia? Ini terjadi ketika kita dengan sadar memilih
melakukan hal-hal yang tidak Dia sukai. Itu berarti kita mengabaikan
perasaan-Nya. Pernahkah kita berhitung berapa kali Dia mengampuni
dan menerima kita kembali? Mari kita bersyukur dan memanfaatkan
setiap kesempatan yang Alah berikan agar kita dapat memperbaiki
kelakuan buruk kita. --Petrus Budi Setiawan

KASIH YANG DIA TUNJUKKAN DAN KESEMPATAN YANG DIA BERIKAN
SEPATUTNYA KITA SYUKURI DAN KITA MANFAATKAN UNTUK MEMPERBAIKI DIRI.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Hosea+3:1-5

Hosea 3:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan
yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai
orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain
dan menyukai kue kismis."
2 Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal
perak dan satu setengah homer jelai.
3 Aku berkata kepadanya: "Lama engkau harus diam padaku dengan
tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang
laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau."
4 Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada
pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan
terafim.
5 Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN,
Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan
gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari
yang terakhir.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Yoel+1-3
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yoel+1-3


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Thursday, September 19, 2013

(e-RH) September 20 -- SAAT BERSELISIH

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 20 September 2013
Bacaan : Filipi 4:1-9
Setahun: Hosea 7-14
Nats: Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir
dalam Tuhan... Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam
pekabaran Injil... (Filipi 4:2-3)

Judul:

SAAT BERSELISIH

Perselisihan di dalam gereja bukan hal yang baru. Kadang-kadang
perselisihan terjadi karena hal-hal yang kudus, namun sering kali
karena berbagai intrik politik demi kepentingan pribadi atau
kelompok. Banyak denominasi gereja terbentuk akibat perpecahan.
Banyak warga jemaat menjadi tawar hati, kepahitan, dan kurang
menghargai gereja serta para pemimpinnya. Gereja pun kehilangan
kuasa saat berbicara tentang kesatuan, kasih, dan pengampunan, serta
menjadi kesaksian yang buruk bagi orang luar.



Jemaat Filipi adalah salah satu jemaat yang banyak dipuji dalam
Alkitab. Mereka memiliki persekutuan yang kuat dalam Berita Injil
(ay. 5), mengutus Epafroditus untuk melayani dan mencukupkan
keperluan Paulus (2:25), serta beberapa kali memberikan bantuan
keuangan untuk Paulus, termasuk ketika ia dalam penjara (ay. 16-18).
Namun, jemaat Filipi juga tak luput dari perselisihan. Dua orang
perempuan terkemuka di sana, yaitu Euodia dan Sintikhe, terlibat
dalam perselisihan. Paulus mengirim surat untuk menasihati keduanya.
Paulus juga mendorong Sunsugos, rekan pelayanannya, untuk
mendamaikan mereka. Ia mengingatkan bagaimana mereka telah berjuang
bersama-sama dalam pemberitaan Injil.



Ketika Anda terlibat perselisihan dalam gereja, janganlah biarkan
kepentingan pribadi menjadi prioritas. Utamakanlah reputasi nama
Kristus. Ingatlah juga perjuangan yang telah Anda lakukan demi nama
Kristus sehingga Anda terbuka untuk berdamai dan dapat menyatakan
kasih dan pengampunan Kristus. --Hembang Tambun

GEREJA YANG TERPECAH-PECAH TIDAK AKAN MEMILIKI KUASA
UNTUK BERKHOTBAH TENTANG KESATUAN, KASIH, DAN PENGAMPUNAN.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Filipi+4:1-9

Filipi 4:1-9

1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan,
sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam
Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir
dalam Tuhan.
3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia:
tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam
pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku
sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab
kehidupan.
4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:
Bersukacitalah!
5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah
dekat!
6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi
nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa
dan permohonan dengan ucapan syukur.
7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan
memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang
mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua
yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut
dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima,
dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat
padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan
menyertai kamu.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Hosea+7-14
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Hosea+7-14


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Wednesday, September 18, 2013

(e-RH) September 19 -- LEGA DENGAN MENGAKU

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 19 September 2013
Bacaan : Mazmur 51:1-19
Setahun: Hosea 1-6
Nats: Kurban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang
patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mazmur
51:19)

Judul:

LEGA DENGAN MENGAKU

Seorang anak tanpa sengaja merusakkan laptop pemberian
orangtuanya. Ia dilanda rasa bersalah, ketakutan, dan sekaligus
mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolahnya. Tetapi, ia
takut menceritakan masalah. Ia malah terus berusaha menghindar
meskipun hatinya tidak pernah tenang dan hidupnya menjadi susah.
Akhirnya, ia memutuskan untuk mengaku, siap dimarahi dengan segala
risikonya. Leganya, sang ayah justru memberikan solusi untuk
memperbaiki laptop itu.



Daud berbuat dosa yang begitu keji. Bukan hanya berzinah dengan
Batsyeba, ia kemudian membunuh suami perempuan itu, Uria (ay. 1).
Meskipun menyadari pelanggarannya, pada awalnya ia menutupinya
sehingga terus bergumul dengan dosa itu (ay. 3). Pada akhirnya, Daud
mengerti bagaimana ia dapat mengakhiri pergumulannya. Ia tahu kepada
siapa ia harus datang. Ya, ia memohon dengan sungguh-sungguh kepada
Tuhan, agar hidupnya dipulihkan (ay. 9-15). Ia menyesal dan berduka
atas kejahatan yang telah ia perbuat. Daud sadar, hanya Tuhan yang
dapat memulihkan hidupnya dari dosa tersebut.



Kita pun tak ayal pernah atau sering melakukan pelanggaran. Tidak
ada gunanya kita menjauh dari Tuhan. Semakin menjauh, kita semakin
terasing, hati kosong, tidak tenang, dan tertekan. Tuhan
menginginkan kita berbalik kepada-Nya. Dengan hati yang hancur, rela
untuk bertobat, dan memohon anugerah-Nya agar dimampukan untuk tidak
mengulangi lagi pelanggaran tersebut. Dalam pengampunan-Nya, kita
dapat kembali menatap ke depan dengan penuh rasa syukur. --Ulbrits
Siahaan

MENGAKUI DOSA DAN BERTOBAT
MELEPASKAN KITA DARI TUNTUTAN RASA BERSALAH.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/19/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+51:1-19

Mazmur 51:1-19

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, (51-2) ketika nabi
Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. (51-3)
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah
pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
2 (51-4) Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan
tahirkanlah aku dari dosaku!
3 (51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku
senantiasa bergumul dengan dosaku.
4 (51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah
berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata
Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
5 (51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam
dosa aku dikandung ibuku.
6 (51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin,
dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
7 (51-9) Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku
menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari
salju!
8 (51-10) Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah
tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
9 (51-11) Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah
segala kesalahanku!
10 (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah
batinku dengan roh yang teguh!
11 (51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah
mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
12 (51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat
yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
13 (51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang
yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik
kepada-Mu.
14 (51-16) Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah
keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan
keadilan-Mu!
15 (51-17) Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan
puji-pujian kepada-Mu!
16 (51-18) Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan;
sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak
menyukainya.
17 (51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
18 (51-20) Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu
bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
19 (51-21) Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar,
korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang
akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Hosea+1-6
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Hosea+1-6


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Tuesday, September 17, 2013

(e-RH) September 18 -- RASA SYUKUR

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 18 September 2013
Bacaan : Mazmur 40
Setahun: Daniel 10-12
Nats: Ia mengangkat aku dari lubang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia
menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku.
(Mazmur 40:3)

Judul:

RASA SYUKUR

Saat SMA saya pernah terpuruk sangat dalam. Seperti orang yang
tercebur ke dalam lumpur rawa, semakin saya berusaha keluar semakin
tersedot dan tercengkeram di dalamnya. Saat itu, muncul pikiran
untuk bunuh diri, agar semua itu berakhir. Syukur kepada Tuhan,
karena kasih-Nya saya masih diberi kesempatan hidup sampai sekarang.



Pemazmur juga mengalirkan syukur dari hatinya karena merasakan
pertolongan Tuhan. Bukan hanya menaikkan syukur dan pujian dengan
kata-kata, melainkan dengan menundukkan diri dalam ketaatan kepada
firman-Nya. Kurban paling berkenan pada Tuhan adalah persembahan
diri, kiranya Tuhan berkenan memakai kita bagi kemuliaan-Nya. Rasa
syukur pemazmur juga dinyatakan kepada Tuhan dengan menyaksikan
perbuatan Tuhan kepada umat-Nya. Pengalaman pernah ditolong oleh
Tuhan membuat pemazmur beroleh keyakinan bahwa Tuhan dapat
diandalkan dan pertolongan-Nya tidak pernah terlambat.



Bagaimana pengalaman Anda ditolong Tuhan pada masa lalu? Dengan
apakah Anda mensyukurinya? Masih berpengaruhkah pengalaman itu di
dalam kehidupan yang Anda jalani sekarang? Tuhan Yesus Kristus tidak
pernah berubah, dulu, sekarang, dan sampai selamanya. Dia pasti
terus menolong kita. Sepatutnya kita menaikkan syukur disertai
ketulusan dan kesungguhan untuk taat pada firman-Nya dan menyaksikan
segala kebaikan-Nya. Oleh karena itu, selagi diberi kesempatan hidup
oleh Tuhan, saya bertekad akan terus menulis untuk menyaksikan
kasih-Nya kepada sebanyak mungkin orang. --Eddy Nugroho

SALAH SATU CARA TERBAIK UNTUK BERBAHAGIA
ADALAH BERSAKSI TENTANG BERKAT DAN PERTOLONGAN TUHAN.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/18/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+40

Mazmur 40

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (40-2) Aku sangat
menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar
teriakku minta tolong.
2 (40-3) Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur
rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan
langkahku,
3 (40-4) Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji
Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu
percaya kepada TUHAN.
4 (40-5) Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada
TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau
kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!
5 (40-6) Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku,
perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang
dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan
mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.
6 (40-7) Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban
sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran
dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
7 (40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan
kitab ada tertulis tentang aku;
8 (40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada
dalam dadaku."
9 (40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan
tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
10 (40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku,
kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu
dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.
11 (40-12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku,
kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!
12 (40-13) Sebab malapetaka mengepung aku sampai tidak terbilang
banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku, sehingga aku
tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari rambut di
kepalaku, sehingga hatiku menyerah.
13 (40-14) Berkenanlah kiranya Engkau, ya TUHAN, untuk melepaskan
aku; TUHAN, segeralah menolong aku!
14 (40-15) Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu mereka semua yang
ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan kena noda mereka yang
mengingini kecelakaanku!
15 (40-16) Biarlah terdiam karena malu mereka yang mengatai aku:
"Syukur, syukur!"
16 (40-17) Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua
orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai
keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: "TUHAN itu besar!"
17 (40-18) Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan
aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku,
janganlah berlambat!

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Daniel+10-12
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+10-12


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Monday, September 16, 2013

(e-RH) September 17 -- KETIKA PERSEDIAAN MENIPIS

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 17 September 2013
Bacaan : 1 Raja-raja 17:13-16
Setahun: Daniel 7-9
Nats: Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah,
buatlah seperti yang kaukatakan..." (1 Raja-raja 17:13a)

Judul:

KETIKA PERSEDIAAN MENIPIS

Anak kami memiliki suatu kebiasaan yang menggelitik. Setiap kali
ia makan atau minum sesuatu yang ia senangi, ia enggan membagikannya
kepada orang lain. Kalaupun mau membagikannya, ia akan berpesan,
"Jangan dihabiskan ya." Kebiasaan ini tampaknya bukan hanya
menghinggapi anak kecil. Orang dewasa pun kerap mempertahankan milik
kepunyaannya, terutama hal-hal yang berkaitan dengan kesenangan atau
kehidupannya.



Kisah Elia dan janda di Sarfat menawarkan perspektif yang baru.
Dalam keadaan yang begitu susah, janda ini didatangi seseorang yang
tidak ia kenal, yang meminta bagian dari tepungnya yang masih
tersisa, yang akan dibuatnya menjadi roti bagi dirinya dan anaknya.
Bukan sebuah permintaan yang mudah untuk dituruti. Elia menyertai
permintaannya itu dengan menyampaikan janji tentang pemeliharaan
Allah pada tahun-tahun kekeringan tersebut. Nah, di sini bukan hanya
janda itu yang memberikan milik terakhirnya; Elia juga memberikan
miliknya: iman dan keyakinannya akan pemeliharaan Tuhan. Ketika
mukjizat terjadi, janda Sarfat dan anaknya bersama dengan Elia
dipelihara oleh Tuhan dengan cara yang ajaib.



Tidak jarang kita merasa mampu dengan apa yang kita miliki.
Kekayaan, pekerjaan, saudara, dan sebagainya. Tanpa kita sadari,
iman dan keyakinan kita bergantung pada hal-hal tersebut. Pada saat
hal-hal itu "menipis", iman kita diuji. Apakah kita akan
mempertahankannya? Atau, kita akan melepaskannya, dan berganti
mengandalkan sesuatu yang lebih pasti: pemeliharaan Allah?
--Yehezkiel Kukuh Priyono

APAKAH IMAN KITA BERGANTUNG PADA HAL-HAL YANG DAPAT BERUBAH
ATAU PADA SESEORANG YANG PASTI MEMENUHI JANJI-NYA?

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+17:13-16

1 Raja-raja 17:13-16

13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah,
buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu
bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah
kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam
tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun
tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke
atas muka bumi."
15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan
Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu
mendapat makan beberapa waktu lamanya.
16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli
itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya
dengan perantaraan Elia.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Daniel+7-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+7-9


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sunday, September 15, 2013

(e-RH) September 16 -- KEMBALI KEPADA BAPA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 16 September 2013
Bacaan : Lukas 15:11-32
Setahun: Daniel 4-6
Nats: Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah
hilang dan didapat kembali. Lalu mulailah mereka bersukaria.
(Lukas 15:24)

Judul:

KEMBALI KEPADA BAPA

Agustinus, bapa gereja yang hidup pada abad kelima, sebelumnya
hidup jauh dari Tuhan. Kehidupan moralnya bobrok. Ia berpikir akan
menemukan kebenaran dan kedamaian sejati di luar Kristus. Dalam
situasi seperti ini, beruntung ia mempunyai seorang ibu yang setia
mendoakannya dengan cucuran air mata supaya ia bertobat. Sampai pada
suatu saat Agustinus menyadari kesalahannya, kemudian bertobat dan
menyerahkan hidupnya sebagai hamba Tuhan.



Anak bungsu dalam perumpamaan ini bisa jadi juga berpikir, "Aku akan
menemukan kebahagiaan di luar sana yang tidak akan kudapatkan jika
selalu bersama dengan bapa." Pada mulanya, ia mendapatkan
kebahagiaan yang ia idam-idamkan (ay. 13). Namun, hal itu ternyata
hanya sementara. Ketika hartanya habis, hidupnya menderita, sesuatu
yang belum pernah ia alami ketika tinggal bersama bapanya (ay.
14-17). Beruntung kemudian ia sadar dan ingat kehidupan pada masa
lalu bersama dengan bapanya dan memiliki kerinduan untuk pulang (ay.
18-19). Situasi sulit telah menyadarkan si bungsu bahwa ada sesuatu
yang salah dalam hidupnya. Ia mengambil keputusan tepat. Ternyata,
bapanya pun merindukan anak itu kembali. Dan ia mendapati, hidup
bersama dengan bapanya jauh lebih bahagia daripada saat ia melarikan
diri.



Adakah di antara kita yang saat ini pergi dan meninggalkan "rumah
Bapa"? Hal itu mungkin tampak menyenangkan pada mulanya. Tetapi,
pada akhirnya pelarian kita akan berujung pada penderitaan. Jadi,
lebih baik kita segera berbalik kembali kepada Bapa. --Yakobus Budi
Prasojo

MENYADARI KESALAHAN DAN BERTOBAT
BUKANLAH TINDAKAN MEMALUKAN, MELAINKAN SEBUAH KEBERANIAN.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+15:11-32

Lukas 15:11-32

11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku
bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya
membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya
itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta
miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di
dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.
Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan
babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang
upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di
sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku
sebagai salah seorang upahan bapa.
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih
jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh
belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu
merangkul dan mencium dia.
21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga
dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke
mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan
kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah
kita makan dan bersukacita.
24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah
hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang
dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian
tari-tarian.
26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa
arti semuanya itu.
27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah
menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali
dengan sehat.
28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu
ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku
melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa,
tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing
untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta
kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa
menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama
dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati
dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Daniel+4-6
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+4-6


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Saturday, September 14, 2013

(e-RH) September 15 -- BACAAN BERKUALITAS

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 15 September 2013
Bacaan : Roma 1 : 16­17
Setahun: Daniel 1-3
Nats: Sebab di dalamnya dinyatakan pembenaran oleh Allah, yang
bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada
tertulis: "Orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup."
(Roma 1:17)

Judul:

BACAAN BERKUALITAS

Pagi itu Ria membaca selembar kertas berisi panduan bacaan Alkitab
selama setahun. Di sampingnya terdapat sebuah Alkitab. Tak lama
kemudian, Ria mulai membuka dan membaca Alkitab sesuai dengan pasal
dan ayat yang tercantum pada kertas tadi. Ria sedang belajar
mendisiplinkan diri untuk membaca Alkitab setiap hari. Keinginan ini
bermula dari kesaksian temannya yang mendapat banyak berkat setelah
membaca Alkitab secara rutin setiap hari.



Membaca antara lain bermanfaat untuk menambah wawasan, mendapatkan
banyak informasi, memperoleh pengetahuan, dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selektif dalam memilih
bahan bacaan yang akan kita baca. Seiring dengan kemajuan zaman,
tersedia semakin banyak sumber informasi dan semakin mudah akses
untuk mendapatkan informasi. Namun, kita perlu waspada karena tidak
semua bacaan memiliki manfaat yang positif. Ada bacaan yang malah
dapat berpengaruh buruk jika kita tidak menyikapinya secara
bijaksana.



Karena itu, meluangkan waktu untuk secara teratur membaca Alkitab
adalah pilihan yang tepat. Alkitab berisi firman Allah, suatu kabar
baik yang akan menyelamatkan mereka yang percaya dari pengaruh
ajaran yang menyimpang dari kebenaran. Alkitab berisi kebenaran
Allah yang nyata, bertolak dari iman dan memimpin kepada iman. Iman
yang akan memimpin setiap orang untuk berjalan dalam kebenaran Allah
(ay. 17). Nah, sudahkah kita membiasakan diri untuk membaca Alkitab
secara teratur? --Wahyu Barmanto

DENGAN MENGENAL KEBENARAN FIRMAN ALLAH,
KITA AKAN LEBIH MUDAH MENGENALI KEPALSUAN.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/15/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+1+:+16­17

Roma 1 : 16­17

16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena
Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang
percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman
dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar
akan hidup oleh iman."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Daniel+1-3
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+1-3


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Friday, September 13, 2013

(e-RH) September 14 -- MULUTMU HARIMAUMU

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 14 September 2013
Bacaan : Mazmur 141:1-10
Setahun: Yehezkiel 46-48
Nats: Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!
(Mazmur 141:3)

Judul:

MULUTMU HARIMAUMU

Pepatah "mulutmu harimaumu" mengajarkan kepada kita bahwa
perkataan yang keluar dari mulut ini harus kita kendalikan. Jika
tidak, perkataan itu menjadi 'galak' seperti harimau yang bisa
menerkam balik kita. Mulut adalah media untuk mengartikulasikan
segala sesuatu yang ada di dalam pikiran dan hati. Oleh karena itu,
pepatah ini ingin mengajarkan kepada kita untuk selalu mengendalikan
mulut kita. Dengan apakah kita mengendalikannya?



Pemazmur mengajarkan kepada kita, bahwa untuk menyaring perkataan
yang keluar dari mulut kita, tidak cukup dengan usaha sendiri,
melainkan dengan berdoa. Berdoa adalah perlawanan yang paling tepat
terhadap perkataan yang kotor dan jahat. Dalam doanya pada waktu
petang, Daud berseru kepada Tuhan, meminta Tuhan melindungi dan
memampukannya untuk hidup bagi kemuliaan-Nya. Permohonan ini begitu
penting sehingga Daud berharap agar Tuhan menolongnya dalam
pergumulan melawan berbagai bentuk pencobaan. Ia meminta Allah
mengontrol perkataan, pikiran, dan tindakannya.



Kerinduan orang percaya adalah hidup kudus dalam setiap aspek
kehidupannya. Dosa dalam berbagai bentuk akan berusaha
menyimpangkannya. Yang berupa perkataan, misalnya, kita mengucapkan
kata-kata kasar yang menyakitkan orang lain. Padahal, kita
seyogyanya mengucapkan kata-kata yang penuh kasih dan membangun
orang lain. Selaku pengikut Tuhan, kita perlu terus berdoa meminta
tuntunan-Nya. Dengan berdoa, kita menaklukkan diri kepada Allah
hingga terhindar dari dosa karena mulut kita. --Eddy Nugroho

KARENA SEPATAH KATA ORANG BISA DIANGGAP PANDAI;
KARENA SEPATAH KATA PULA ORANG BISA DIANGGAP BODOH. ­LUN GI

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/09/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+141:1-10

Mazmur 141:1-10

1 Mazmur Daud. Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera
kepadaku, berilah telinga kepada suaraku, waktu aku berseru
kepada-Mu!
2 Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan
tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu
petang.
3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!
4 Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan
perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang
yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan
mereka.
5 Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih;
tetapi janganlah minyak orang fasik menghiasi kepalaku! Sungguh
aku terus berdoa menentang kejahatan-kejahatan mereka.
6 Apabila mereka diserahkan kepada hakim-hakimnya, maka mereka
akan mendengar, bahwa perkataan-perkataanku menyenangkan.
7 Seperti batu yang dibelah dan dihancurkan di tanah, demikianlah
akan berhamburan tulang-tulang mereka di mulut dunia orang mati.
8 Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju;
pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!
9 Lindungilah aku terhadap katupan jerat yang mereka pasang
terhadap aku, dan dari perangkap orang-orang yang melakukan
kejahatan.
10 Orang-orang fasik akan jatuh serentak ke dalam jala mereka,
tetapi aku melangkah lalu.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Yehezkiel+46-48
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yehezkiel+46-48


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA