Friday, August 16, 2013

(e-RH) Agustus 17 -- QUO VADIS INDONESIA?

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 17 Agustus 2013
Bacaan : Daniel 9:20-27
Setahun: Yeremia 11-14
Nats: Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa
bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN,
Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku. (Daniel 9:20)

Judul:

QUO VADIS INDONESIA?

Sebagai bangsa Indonesia, kadang-kadang kita prihatin, malu,
marah, dan sekaligus galau kala menyaksikan kondisi bangsa ini.
Indonesia termasuk negara terkorup di dunia. Kekerasan terjadi
secara beruntun dan mirisnya kadang berjubah agama. Hal ini membuat
sebagian orang skeptis dan masa bodoh. Sebagai pengikut Kristus, apa
yang dapat kita lakukan di tengah persoalan yang kompleks ini?



Daniel, yang termasuk orang buangan, merasa prihatin akan nasib
bangsanya. Ia tidak ingin bangsanya terus-menerus menderita
sengsara, seolah tidak ada harapan bagi masa depan mereka. Bangsa
Israel telah mengalami penderitaan begitu lama karena harus menjadi
bangsa buangan di negeri Babel. Ini terjadi akibat dosa mereka
sendiri. Karena itu, Daniel berdoa kepada Allah, bergumul akan
kelangsungan hidup bangsanya (ay. 20). Ia percaya bahwa kelangsungan
hidup serta masa depan bangsanya ada di tangan Tuhan. Maka, apa yang
terjadi pada bangsanya tidak luput dari pengawasan Tuhan. Terlebih
mereka adalah bangsa pilihan Tuhan.



Situasi dan kondisi bangsa kita yang tak menentu ini dapat saja
melunturkan iman dan pengharapan kita. Akan tetapi, apakah kita
mengizinkan situasi dan kondisi ini memperlemah iman kita?
Seharusnya tidak! Kita tahu bahwa waktu dan sejarah tidak dikontrol
oleh manusia, tetapi oleh Allah. Karena itu, kita seharusnya seperti
Daniel, berdoa memohon belas kasihan Tuhan, agar Dia tetap
memelihara bangsa ini. Marilah kita menjalani hidup kita dengan iman
dan pengharapan yang teguh. --Eddy Nugroho

KECINTAAN KEPADA BANGSA DAN NEGARA KITA
DAPAT DIMULAI DENGAN MEMOHON PEMELIHARAAN TUHAN ATASNYA.

e-RH Situs: http://renunganharian.net
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/08/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2013/08/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Daniel+9:20-27

Daniel 9:20-27

20 Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa
bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN,
Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku,
21 sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke
arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang
dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari.
22 Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: "Daniel,
sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk
mengerti.
23 Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu
firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab
engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan
perhatikanlah penglihatan itu!
24 Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan
atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk
mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk
mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan
dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.
25 Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar,
yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali,
sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada
tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa
lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan
paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.
26 Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan
seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa.
Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat
kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah;
dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan,
seperti yang telah ditetapkan.
27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak
orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa
itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan;
dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai
pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+11-14
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+11-14


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

No comments:

Post a Comment